PUISI : Doa di Tengah-Tengah Masa

DOA DI TENGAH – TENGAH MASA
Sapardi Djoko Damono

Wahai, lingungilah kami dari kemusnahan yang sia-sia.
berjuta rakyatMu yang sedang gemuruh bergerak,
dalam teriakan – teriakan, dengan tangan – tangan terkepal,
di bawah matahari yang leleh ; ya, lindungilah kami
dari dunia dan tipu daya
dari hasutan – hasutan bergula.
kami adalah Sardi si pandai besi, Karto si tukan beca,
Akhmad penjual sayur, Parto petani kecil
dan Yunus guru yang muda;
rakyatMu yang berangkat menaklukkan benteng – benteng rahasia
dari kebohongan dan penjajahan.
lindungilah kami, yang dengan gemuruh bergerak
dalam teriakan – teriakan, tangan – tangan terkepal,
agar tidak mabuk dan terpelanting ke dalam
Jurang yang hampa. . . . . . . . . . .
semoga baju kami yang lusuh
sepatu kami yang koyak moyak
adalah lambang dari semesta keyakinan kami yang tabah :
suatu Tanah Air yang kian membaja
bertanding melawan jaman ;
saksikanlah kami, yang tak putus-putusnya berteriak,
berseru dengan keras, dengan tangan terkepal teracu,
bergetar, bergerak l; Wahai, lindungilah kami
dari nikmatnya mabuk dan lupa diri
dari silaunya kekuasaan
dan Cakar Iblis.
Tuhan, kumandangkan kehendakMu ke tengah – tengah rakyatMu


Dari : Basis, Th.XV no. 4, januari 1996

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s