Interupsi Globalisasi terhadap Bahasa Indonesia

Globalisasi, suatu proses yang memang tidak akan dapat dihindari dengan majunya tekhnologi masa kini. Internet menjadi salah satu pintu globalisasi yang hingga kini selalu diperdebatkan sisipositif dan negatifnya. Sejalan dengan terbukanya pintu dunia maya dan kesempatan untuk bertemu begitu banyak jenis orang dari seluruh dunia, membuat kita mulai terpengaruh bahasa dunia, dan mulai melupakan kosa kata bahasa kita, Bahasa Indonesia.

Dewasa ini, lapisan generasi terutama generasi muda mulai menggunakan bahasa asing di tiap percakapannya. Tentu saja hal ini berkaitan dengan globalisasi yang sedang terjadi saat ini. Kemampuan bahasa asing akan selalu dibutuhkan dalam tiap aspek kehidupan, muda maupun tua. Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, Bahasa Mandarin, dan bahasa – bahasa lainnya perlahan – lahan merebut posisi Bahasa Indonesia pada perhatian dan prioritas pembelajaran masyarakat terhadap kebahasaan.

Bermacam – macam kelas bahasa asing dibuka, mendukung semangat globalisasi ini. Tentu saja bukan kelas Bahasa Indonesia, melainkan kelas bahasa asing : bahasa yang digunakan dalam era globalisasi . Masyarakat mulai mengejar dan mempelajari bahasa asing, belajar menggunakannya baik lisan maupun tertulis dengan berbagai cara kapanpun, di manapun, dan pada akhirnya menyisihkan Bahasa Indonesia dalam kamus mereka. Maka secara perlahanpun kosa kata yang dilafalkan dalam bahasa asing akan mengambil alih kosa kata Bahasa Indonesia. Tidak melupakan fakta, bahwa sebagian besar (bahkan hampir seluruhnya) kosa kata Bahasa Indonesia merupakan kosa kata serapan dari Bahasa Asing, baik bahasa negara lain ataupun bahasa daerah yang terdapat di Indonesia. Seperti ”unduh” dan ”unggah”, dua kosa kata Bahasa Indonesia yang kini sudah terlupakan oleh hampir seluruh kawula muda. Penggunaan ”download” dan ”upload” yang biasa menjadi opsi dalam penggunaan internet ini telah merampas kosa kata ”unduh” dan ”unggah” yang ada dalam kamus Bahasa Indonesia. Perlu diingat bahwa dua kosa kata tersebut hanyalah sebagian kecil dari semua interupsi bahasa asing terhadap bahasa kita. Jika hal ini terus terjadi, maka tidaklah tidak mungkin bahwa suatu hari nanti, kosa kata dalam kamus Bahasa Indonesia akan sama persis dengan kosa kata dalam kamus bahasa asing saat ini.

Perlu kita sadari, bahasa merupakan identitas suatu bangsa. Bahasa Indonesia sudah lama menjadi traktat persatuan di antara individu – individu Indonesia yang berasal dari berbagai macam daerah. Sudah sepatutnya kita sebagai pelajar menyadari dan mengevaluasi bahasa yang kita gunakan sehari – hari. Bila memang kita gunakan bahasa asing lebih sering daripada bahasa ibu kita, maka janganlah kita kesampingkan semua bahasa dan tata bahasa lisan budaya Indonesia. Baik kosa kata, etika, dan estetika dari segala letak koma, titik, dan tanda baca lain dalam Bahasa Indonesia. Pembiasaan yang berkelanjutan akan menghambat ”penjajahan” identitas ini. Era globalisasi telah datang dengan segala jenis tawaran menggiurkannya, dengan segala keanekaragamannya, tapi pada akhirnya kita harus selalu ingat siapa kita, dan apa bahasa kita sesungguhnya.

-ini tugas bahasa,, hahaa..tolong di komen, saya kok ngrasa ada yang kurang, ada yg g pas..-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s