Ketika perbedaan pendapat menjadi perselisihan dan akhirnya permusuhan

Yoo, ak quote lg nih😀, aku pngen bagi2 pngetahuan masalah berdebat dan kericuhan.

Abd’ Allah ibn Umar berkata, “Kami sedang duduk bersama Rasulullah ketika beliau menjelaskan banyak bencana yang akan terjadi.” Beliau berbicara panjang lebar tentang hal itu hingga beliau menyebutkan :

“Huru hara pelana, (fitnah al-ahlas),yaitu perang dan perselisihan. Kemudian ‘huru hara kemakmuran’ (fitnah al-sarra). Panas dan asapnya akan seperti resapan air di bahawa kaki seseorang anggota keluargaku-ia akan mengklaim sebagai keturunanku, tetapi ia bukan keturunanku. Keluargaku adalah mereka yang bertakwa kepada Tuhan. Kemudian manusia akan bersatu dengan seseorang seperti tulang rusuk yang menempel pada tulang pinggul [yang membentuk susunan smentara]. lalu akan muncul huru hara gelap gulita (fitnat al-duhayama). Itu akan menampar seluruh umatku. Ketika mereka pikir api huru-hara itu selesai, ia sebenarnya masih akan muncul. pada saat itu, seseorang bangun tidur dalam keadaan beriman dan menjelang malam ia akan menjadi kufur. Manusia akhirnya akan dihadapkan pada dua pilihan-iman tanpa kemunafikan atau munafik tanpa keimanan. Jika kalian mengalami hal itu, maka tunggulah kedatangan Dajal hari itu atau keesokannya.”

Mungkin dikau sekalian masih ga ngerti apa yang aku maksut di sini, tapi hadits ini berhubungan sama hadits berikutnya yang bakal ak quote juga. Jadi gini, dari hadis ini kita tau tentang gambarang kondisi moral manusia pada akhir zaman, yakni ketika orang yg duduk lebih baik daripada yang berdiri. dan orang yang berdiri lebih baik ketimbang mereka yg keluar rumah dan terlibat dalam masalah pertikaian (kalo aku sih ngartiinnya : Demo anarkis, kelai, tawuran, gossip -‘ehem-, dll dsb dst). Masa ini bakan menjadi masa2 sulit sehingga orang yang keluar rumah akan terjerumus dalam kemalangan, sementara orang yang tidak keluar rumah terhindar dari hal yang membahayakan.

Nabi SAW, memberi peringatan kpd mereka yang akan hidup pada masa huru-hara itu agar tidak melibatkan diri ke dalam berbagai kesulitan dan persoalan yg membingungkan.

Abu Hurayrah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Barang siapa melibatkan diri dalam kerumitan itu, ia akan hancur akibat kerumitan itu. Maka barang siapa dapat menemukan tempat perlindungan atau tempat yang aman dari kerumitan itu, hendaklah ia bernaung di sana.”

Allah S.W.T pun berfirman :

“Maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmatNya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu (Q.S 18:16)”

Ak quote dari tulisan Syek Muhammad Hisyam Kabbani, (2004 ; 232-233). Kalau aku keras kepala kayak kemarin, mungkin aku sekarang bakal bilang -itu artinya kita disuruh jadi orang pengecut ?!- (istighfar gw). Tapi bro, kalau dipikr dengan bener, sebenernya itu yg terbaik kalau emng ada huru hara/perselisihan. Emang kato amak kalo liat orang kelai dilerai aja, tapi kalo kansny uda gede banget. apa yg bisa kita lakukan ? Ini nih bencananya, ada orang berselisih tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kenapa bencana ? Karena toh Islam pada dasarnya CINTA DAMAI, ga suka perselisihan.

Ya Allah, jauhkan aku dari perselisihan. Habis kok kayaknya say ni cinta debat sekali. (-____-), barusan sy ngepost lgi pancingan di wall fanpagenya Pak SBY. Hadodooo. Ampuni hambaMu ini ya Allah. Andai aja bisa shalat sekarang. Andai aja bisa tadarus. Aku kangen sama Al-Quran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s