51st Letter

51st LETTER

 

WARNING : This post is rated as “alay” but truthfully within my heart.

 

22:52 : Senin, 4 April 2011

Yogyakarta, di kontrakan


“If  only I were I stone, I wouldn’t cry, I wouldn’t mad, I wouldn’t flustered.

I wish I were a stone”

Aku nggak ngerti sama jalan pikirmu lagi. Handphone ga bisa dihubungi, FB di block, twitter ga ada. Jadi ternyata emang sedangkal itu kamu pikir hubungan kita. Bentar bentar.. Iya ding, kalo diinget-inget emang sedangkal itu. Toh buktinya, dengan semua itu kamu pikir ini bakal berakhir. (atau aku aja yang mikir ini maksudnya “akhir” -> semoga aja nggak).

Bukan ngancem, hahahaa. Tapi emang keanya kata mama emang bener.

“Baik-baik sama Gea, mama takut kalau kamu putus sama Gea kamu ga bakal mau pacaran lagi. Kamu tu lebih parah, lebih lama traumanya dari kakakmu orangnya kalau masalah perasaan.”

Aku gatau sih, 3 tahun ini kamu ngerasanya gimana. (atau sebenernya aku tahu, tapi pura-pura gatau ?) boong banget kalo aku bilang aku ga ngerti selama ini. Sama orang yang baru kenal aja aku tahu semua yang mereka pikirin. Maaf kalau selama ini boong aku ga ngerti. Aku ngerti, tapi fakta semua tentang itu, aku takut aku bilang aku ngerti ke kamu. Karena aku ga yakin bisa mengiyakan semuanya. Pada dasarnya kalau aku bilang “iya aku ngerti” berarti “iya, bakal aku lakuin”. Aku gamau ngecewain kamu. Tapi ternyata aku malah ngecewain kamu ya ? Hahahaaha.. (gatau kenapa pengen ketawa)

See. . . 2 days like hell. If you want to torture me. Congrats, you already has and you’re succeed. Tomorrow is the last day (menurut sunnah Nabi sih). Begonya aku, khusus kamu I’ll give you 1 week. (a 100 years if it’s needed). See. I can’t stop loving you. It hurts me, that’s true. Really hurts me. Being untrusted by someone you love, feels like the end of the world. Three stupid years. (asik, ak nangis lagi).

You’d a promise.

and I got a promise

I won’t stop waiting.

at least you told me to. eyes to eyes.

Then..

I promise you, I wouldn’t be there anymore.

Anyway, ini surat ke 51 aku untuk kamu. Aku sempet kasih ke kamunya.. 14 surat kalau ga salah dulu pas kamu lulus. Hahaaha, aku so sweet juga ya kalo di pikir-pikir. Rajin banget nulis beginian. Okay, maybe that’s all. Aku blank. Maaf. (Perasaanku aja atau dari dulu aku terus yang bilang maaf? Iya sih, aku juga yang salah)

God, if this is  Your answer for my prayer, truthfully I don’t know what to do. If this is a way You show me my way, truthfully I can’t see those ways.

God, You know all the thing that we hide within our smiles.

But how could I hide it when I forgot how to smile.

One more thing :

Aku suka film The Notebook, tapi bukan berarti aku mau kea film itu. I have my own story. We have our own story (kalo masih “we”)

 

Love, AMP

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s