Dear Hometown

Whenever I came back to this small town, feels like a cage of time once more caught me in the middle of my moves. The taste of the water, the smell of the ocean lingering in the air, the breeze that followed by fallen leaves… Oke gw lebai. ahahhaa..

Intinya adalah sodara-sodara. saya cinta kota saya. Gatau kenapa, apa karena emng sifat fanatik anak-anak yang lahir di sini apa gimana, tapi jarang saya nemu orang lebay ga karuan bangga banget berasal dari kota kelahirannya. Kalau ada yang membanggakan pun biasanya kalau ada temannya rame-rame. Ga ada yg secara membabi buta bahkan a lone borneo-born-wolf in the middle of Javanese said it out loud that I’m from *fill in your hometown here*, loud and clear. :))

Ini udah gatau kebebrapa kalinya nulis tentang Bontang di blog ini sejak blog ini dibikin jaman SMP dulu. Tapi yahsudahlah. Mari kita lihat salah satu sudut Bontang lainnya.

Tanjung Limau
Tanjung Limau

Ini kemarin main ke tanjung limau. Ngapain ? Ga usah nanya. Intinya saya mesti ke sana pake highheels, padahal jelas2 itu jalannya ulin di susun deret-deret renggang. Heels saya rusak. Terimakasih ulin. -_-

As you see, Bontang kota pesisir, banyak dikelilingi laut,. walopun anehnya ga ada sungai yang bermuara di sini. Ada 2 pabrik raksasa di sini, yg sudah aku bahas di postingan jaman kapan. OH anyway. nanti dulu lanjut ya.. :p to be continued.

//

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s