Faal Imunitas

 

TYeee.. ada page baru..penjelasan dari sistem imun. (kalo yg page sistem imun, bahannya dr pelajaran SMA aja, ini yg dapet dari kuliah Blok 6 kemarin)

Ini adalah suatu sistem imun dalam tubuh kita yang bersifat non-spesifik. (maksudnye?) jadi gini, sistem imun yang satu ini hampir selalu ditemukan pada tubuh yang sehat dan siap untuk mencegah mikroba jaat masuk kedalam tubuh kita. Pas masuk tuh ye, cepet-cepet noh disingkirin sama sistem imun tubuh yang non spesifik ini. contoh, waktu ada benda asing masuk kedalam tenggorokan, cepet-cepet silianya merespon kita untuk batuk, supaya ngeluarin tuh benda asing. Disini pertahanannya ada 2. Yaitu pertahanan fisik dan pertahanan biokimia.

1) Pertahanan Fisik/Mekanik
Semua pasti pada udah akrab banget dong yak sama juragan yang bernama “infeksi”? Nah, sadarkah kalian, prajurit seperti kulit, selaput lendir, silia saluran napas, batuk dan bersin, itu adalah garis pertahan terdepan terhadap infeksi. Jelasnya gini nih :

  • Keratinosit dan lapisan epidermis kulit sehat dan epitel mukosa yang utuh : itu kebanyakan gak bisa ditembus oleh kebanyakan mikroba.
  • (BERITA DUKA) Namun, kulit yang rusak akibat luka bakar dan selaput lendir saluran napas yang rusak oleh asap rokok bisa meningkatkan risiko infeksi.
  • Selain itu juga, tekanan oksigen yang tinggi di paru bagian atas bisa ngebantu hidup kuman obligar aerob kayak tuberkolosis. (senjata makan tuan -_-)

2) Pertahanan Biokimia
Perlu kita sadar terlebih dahulu kalo sejenis bakteri, jamur, virus, itu bisa masuk kedalam tubuh melalui udara, makanan, air , kulit dan usus. Dan sekaranglah saatnya saudara-saudara sekalian musti tau tentang pertahanan secara biokimia dalam tubuh kita. Haha

  • Kulit

Kebanyak mikroba, gak bisa nembus kulit yang sehat. Tapi terkadang, si mikroba ini bisa masuk melalui kelenjar sabseus gak tu folikel rambut sih. Tapi tenanggg…. pH asam pada keringat dan sekresi subaseus (berbagai asam lemak), itu punya edek denaturasi (perubhan sifat yang umum pada suatu bahan) terhadap membran sel. Jadii, bisa mencegah infeksi yang terjadi di kulit deh. (HOREEEE!!!)

  • Lisozim

Si Lisozim ini ada di 4 tempat. Yaitu, keringat, ludah, air mata, dan air susu ibu. Punya tugas melindungi tubuh terhadap berbagai kuman gram positif.

  • Saliva

Beda saliva beda lisozim(yaiyalah!). nah, kalo saliva ini mengandung enzim kayak laktooksidase, yang merusak dinding mikroba dan nimbulin kebocoran plasma dan juga mengandung antibodi seta komplemen yang bisa berfungsi sebagai opsonin dalam lisis sel mikroba. (apalagi opsonin itu?) Opsonin itu, antibodi yang membuat bakteri dan sel-sel lain mudah difagositosis.

  • Asam Hidroklorida (lambung) dan Enzim Proteolitik (Usus halus)

Kalo yang dua ini, membantu menciptakan lingkungan yang dapat mencegah infeksi mikroba. Kayak misalnya seperti di vagina, itu pH nya rendah. Nah, itu bisa mencegah tumbuhnya bakteri gram positif loohh…

  •  Urin

Pembilasan oleh urin itu dapat menyingkirkan kuman patogen.

  •  Mukosa saluran napas (enzim dan antibodi) dan Telinga

Dua ini penting banget untuk pertahanan tubuh secara biokimia. (kok bisa?) iyaa, kan mukus kental itu melindungi sel epitel mukosa. Nah, itu tu ya, bisa menangkap bakteri dan bahan lainnya yang selanjutnya dikeluarkan oleh gerakan silia. Hoho

Yang ini yang spesifik. Erat banget kaitannya dengan prinsip vaksinasi. (kok?) iya, masalahnya, sistem imun yang spesifik ini punya kemampuan untuk mengenali benda yang dianggap asing bagi dirinya. (oohh…) jangan oh dulu! belum selesai. Disini ada 2 sistem, yaitu humoral dan selular.

1) Humoral
Disini sel B/ sel limfosit B ngelepasin antibodi untuk menyingkirkan mikroba ekstraseluler.
2) Selular
Kalo yang ini mengaktifkan makrofag sebagai efektor untuk menghancurkan mikroba ato mengaktifkan sel CTC/Tc sebagai sefektor yang menghancurkan sel terinfeksi.

Sebenernya, apa sih yang dilakukan sama sistem imun ?

1) Phagocytes

Itu dimana proses menelan mikroorganisme atau sel lain dan benda asing oleh fagosit.
Fagositosis yang efektif itu pada kuman dini bisa mencegah timbuknya infeksi. Nanti kerjanya ini yak, sel fagosit itu bakalan berinteraksi dengan komplemen dan sistem imun spesifik. Disini ada 6 tahap. Yaitu penarikan bakteri, pengenalan dan pengikatan, endositosis, fusi fagosom-lisosom, pemusnahan, dan akhirnya di cerna! Ada point-point pentingnya nih:

  • semua fase, kecuali fase 2 gak perlu tenaga dari fagosit.
  • Tapi, saat mikroba menempel di fagosit itu terjadi tenaga kimiawi antara reseptor di permukaan sel dan bakteri atau molekul yang diikatnya(misalnya komplemen, antibodi).
  • Mekanisme fase 5, dibagi jadi 2, oksidatif sama nonoksidatif.
  • Kemotaksis adalah gerakan fagosit ke tempat infeksi sebagai respon terhadap berbagai faktor kayak produk bakteri dan faktor biokimia yang dilepas saat aktivitasi komplemen. Nah, jaringan yang rusak ato mati bisa juha ngelepasin faktor kemotaktik.
  • Naaah, tingkat akhir dari fagositosis adalah pencernaan protein, polisakarida, lipid, dan asam nukleat didalam sel oleh enzim lisosom.

2) Antibodies

Menandai antibodi untuk menyerang sel ato virus untuk diancurin.

3) Cytotoxic cells

Membunuh sel-sel yang berubah

4) Mengatur respon sistem imun tubuh

Trus.. di mana sistem imun itu ada dalam tubuh ?

1) Barriers
Kata mbah dorland sih, barrier itu = obstruksi. Berarti kayak sebagai penghalang gitu ya? Misalnya pada kulit, mukosa, air mata.

2) Circulating blood cells
Kalo ngomongin imunitas, ngomongin sirkulasi sel darah, maka tersangka jatuhlah ke Limfosit! Yeaah, limfosit itu berperan penting banget dalam pembentukan imunitas didapat. Contohnya, orang-orang yang memiliki cacat limfosit atau yang limfositnya udah rusak akibat radiasi ato bahan kimia, itu gak bisa ngebentuk imunitas didapat. (sedih deh T.T)
Limfosit itu paling banyak ditemuin dalam nodus limfe, tapi bisa juga dijumpai dalam jaringan limfoid khusus, kayak limpa, daerah submukosa saluran cerna, timus, dan sumsum tulang. Selain itu juga, jaringan limfoid tersebar di lokasi-lokasi yang sangat menguntungkan didalam tubuh untuk menahan invasi organisme ato toksin sebelum menyebar luas.

3) Tissue-fixed cells
Kalo sel jaringan tetap, itu contohnya sel mast. Nah, sel mast ini serupa sama yang namanya basofil dalam sirkulasi darah. Basofil dan sel mast ini doyan banget ngeluarin heparin kedalam darah, yaitu suatu bahan yang bisa mencegah pembekuan darah. Selain itu juga ngelepasin histamin, sejumlah kecil bradikinin serta serotonin, pada saat reaksi peradangan. Lanjut, mereka juga berperan buanget dalam beberapa type reaksi alergi, karena tipe antibodi yang nyebapin reaksi alergi, kayak tipe IgE punya kecenderungan khusus untuk melekat sama sel mast dan basofil.

4) Lymphatic system

trus ak capek ngetik. nanti ya di update lagi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

that awful scribble in a better encasement.

%d bloggers like this: