Autisme

“Autisme adalah : neurodevelopmental disorder that manifests itself in markedly abnormal social interaction, communication ability, patterns of interests, and patterns of behavior.

“Cacat pada perkembangan syaraf & psikis manusia, baik sejak janin dan seterusnya; yang menyebabkan kelemahan/perbedaan dalam berinteraksi sosial, kemampuan berkomunikasi, pola minat, dan tingkah laku”.

Autisme cukup luas dan mencakup cukup banyak hal. Ciri-ciri autisme ada banyak, dan kebanyakan penderita autisme hanya menderita sebagiannya saja.

Penderita autisme cukup banyak yang ternyata malah menjadi sukses dalam hidupnya. Penderita autis banyak yang menjadi pakar pada bidang sains, matematika, komputer, dan lain-lainnya.

Orang tua dapat sangat membantu mengarahkan anak autis untuk mengeksploitasi kelebihan-kelebihannya (seperti: kemampuan untuk fokus & konsentrasi yang luar biasa), dan melatih mereka untuk memperbaiki berbagai kelemahan-kelemahannya.”

Yah..setidaknya itu aku ngutip dari website lain. hahhahahaa. Anyway. kenapa aku ngambil autisme untuk di bahas, karena emang hal ini gak jauh – jauh amat dari aku ternyata. -kaget-

Aku 3 bersaudara, Kakak dan aku terpaut 4 taun dan kita berdua uda kuliah -setdaknya aku taun depan-.  Adikq yg paling kecil, sekarang SD kelas 3.. Pernah hampir aja kena autisme. Waw, waktu itu aku bener – bener asing sama kata ini. Makanya aku bener – bener nyari tahu tentang kata ini. Apa itu autisme, apa penyebabnya, gimana preventnya, ada cara nyembuhinnya atau gg.

Penyebab autismenya adek -setidaknya hampir..80% gejala autisme sudah tampak dan berlaku buat adek waktu itu- aku yakin 90% karena penggunaan obat tidur yang dipake sama babysitter adekq. AKU YAKIN ITU.  beberapa penyebab dari autisme karena kurangnya sosialisme, ketertutupan seorang anak -atau introvert lah- salah satu tanda – tanda dari autis waktu itu. Tapi setela dipikir – pikir, justru ketertutupan seperti itulah yang merupakan awal mula dari autis.  anggaplah sikap introvert dan autis merupakan sebuah titik yang berada dalam garis lingkaran., dan seperti kita semua tahu., lingkaran tak memiliki awal. Betul ?

Adek emang dalam usia rawan waktu itu, dan mama masih menyesali kelalaian mama sebagai seorang ibu dalam mengawasi pertumbuhan anaknya saat itu. Mama emng ngajar sih, mau gimana lgi. hahahahaa.. Udah 2 tahun umur adek waktu itu, tapi masih belum bisa ngomong. Itu yang mama kwatirin, mengingat waktu usia 1,5 taun baik aku maupun Kakak suda sama – sama berisiknya kek Burung Perkututnya tetangga. Nanya ini itu ga jelas. Hahahahaaha….

Begini saja, saya ceritakan dari sudut pandang orang ketiga. Adek merupakan adek terkecil di rumah. Di sayang, dimanja, tapi tentu aja. Adek masih belum bisa bicara. Kinerja babysitter adek bener – bener patut diacungi jempol . Semua pekerjaan rumah dapat dilaksanakan dengan baik, gg da satupun yang terlewatkan. Adek juga ga perna rewel, selalu dibikinin bubur tim, selalu minum susu, intinya pola hidup sehat lah. Sampai suatu hari mama ngelihat ada memar di kaki adek. Kayak bekas cubitan. Mulai saat itulah mama curiga sama babysitter yang ada di rumah. Suatu waktu lagi, sempat Papa nemu bungkus obat tidur di tong sampah rumah. Sialan. Dari situlah, babysitter diinterogasi dkk, dan akhirnya terbongkar kalau selama ini babysitter yg “proffesional” ini menggunakan obat tidur untuk menidurkan adek. Mencubit kalo perlu menenangkan. Ckckckck..adekq yg cakep.. hikz2..

LiBurhan manTabh014

Hhh.. Untung mama pinter banget.Hahaha, I love my mom. Adek langsung digotong ke Rumah Sakit, diperiksa kalo ada keanehan dll. Ternyata sialannya, adekq suda gejala – gejala autis. Adek gg perna mau jawab setiap kita interogasi secara lembut.. Susah mengekspresikan apa yang dia mau.  Bener – benr terbentuk jadi seseorang yg introvert. Tapi tau gg ? mama sempet cerita waktu itu sama aku. Kalau adek jadi tertutup karena selama ini dibiasakan tertutup. Mama lalai, suda aku sebut di depan kan ? Mama lalai gg menjaga adek, mama lalai gg dengerin atau merhatikan pertumbuhannya adek. Mama lalai dalam mengawasi adek. Tapi jujur, gg cuma mama yg lalai. Seluruh keluarga Lalai, kita terlalu manja karena “keprofesionalan” seorang baby sitter.

Mulai dari hari itu adek bener – bener ngikutin “diet” untuk para penderita gejala autis. Semua makanan yang berpengawet, semua makanan yang mengandung micin, semua bener – bener harus sehat.  Waw, bener – bener tahun yang berat buat sekeluarga -secara ak gg boleh makan mi !!!!- Tahun itu Adek bener – bener dibimbing mama seratus persen. segala kegiatan dipantau,  segala yg dimakan dipantau, segala yg dilihat dipantau, mama gg perna lupa buat ngajak ngobrol adek, ngajak jalan adek. Bener – bener, taun itu taun yang bless banget. Hhh..🙂 seneng liat adek akhirnya mulai meninggalkan introvertnya… meninggalkan ketertutupannya… Mulai cerewet -ini yang aku sebelin-, mulai nakal, mulai bersikap seperti anak – anak pada umumnya, ekspresif lah. Seneng banget.

Hasil kerja keras mama ?  Tentu aja sepadan.  Adek sekarang kelas 3 SD, cerdas, patuh, rajin, segalanya lah yang diharepin dari adek idaman. . . bener – bener wow.  Satu lagi hadiah dari yg Kuasa, adek bisa masuk akselerasi karena IQnya yg di atas rata – rata.  Gyahahahaa. Buset dah, calon autis lo padahal.

Tapi fakta ini, ngingetin aku sama salah satu artikel yang mengatakan para penderita autis justru berpotensi untuk menjadi seseorang yang brilian. Karena autis bukan berarti terbelakang, justru mereka terdepan. Mereka bukan tidak bisa konsentrasi, tapi justru sangat berkonsentrasi, krena mereka selalu mengamati. Segala hal yang ada di sekeliling mereka, tapi tentu aja sambil membangun suatu dinding pemisah,antara dunianya yg “sempurna” dan kita, orang – orang di sekelilingnya.

Saya berharap orang tua – orang tua, adek , kakak, relatives2 dr orang2 yg menderita autis jangan menyerah untuk menyembuhkan para penderita autis. Karena apa yg mama tunjukkan ke saya tahun itu, benar – benar membuka mata saya bahwa bila ada kemauan dan keyakinan, selalu ada jalan.

SEMANGAT !!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

that awful scribble in a better encasement.

%d bloggers like this: